MODEL
DATABASE DAN BACKUP DATABASE
1.
PLANNING
MODEL DESAIN DATABASE
Database pada Sistem Informasi Bank Sampah Plampitan Surabaya menggunakan model Database
Terpusat (Centralized Database) artinya sistem yang menempatkan data
disuatu lokasi saja dan semua lokasi lain mengakses basis data di lokasi
tersebut.
a)
Alasan penggunaan Basis
data terpusat.
·
Pengontrolan data
secara terpusat sehingga untuk akses semua informasi dalam satu lokasi yang berada
pada perkampungan plampitan surabaya..
·
Tidak perlu pada
spesifikasi tinggi untuk teknis hardware pada client Karena hanya berfungsi
sebagai input/output terminal sehingga adanya penghematan biaya hardware.
·
Menghapus redudansi / duplikasi
field dan menyederhanakan pemeliharaan sistem.
b) Desain
Jaringan
|
| ||||||||||
Keterangan :
·
Terdiri dari sebuah database
server dan beberapa PC.
·
Yang terpusat berisi basis
data, DBMS, dan aplikasi basis data.
·
Server digunakan sebagai
pengolahan data dimana memanfaatkan keberadaan stored procedure, trigger, dan
user defined functions, pemrosesan data sederhana.
·
PC1 dan PC 2 digunakan
sebagai proses pemasukan data dan membuat sebuah laporan (interaksi database,
pengambilan modifikasi data).
·
Untuk proses pada
server ke PC atau sebaliknya dilakukan konsep client/server dengan membuat
hubungan keduanya dan mempertahankan hubungan tersebut sampai suatu proses
selesai.
2.
PLANNING
BACKUP DATABASE
Proses Backup adalah proses pembuatan
salinan data (backup) dari basis data yang suatu saat dapat digunakan untuk
melakukan pemulihan (recovery) basis data.
1. Physical
Backup Physical Backup : salinan dari berkas fisik yang digunakan dalam
menyimpan dan memulihkan basis data dengn hardisk lain atau di suatu pita
magnetik.
2. Logical
Backup Logical Backup
Memuat data data logika
(misalnya tabel atau prosedur/fungsi tersimpan) yang diekspor dari basis data
dan disimpan dalam bentuk berkas biner agar di kemudian hari dapat diimpor
kembali.
Ø Teknik Backup database
pada Oracle 10g
·
Full backup
Full backup adalah
backup yang dilakukan untuk keseluruhan bagian basis data. Semua yang ada dalam
basis data disalin melalui prosedur backup. Full backup ini merupakan basis bagi
incremental backup
·
Incremental backup
Incremental backup adalah
apa yang dilakukan oleh recovery manager saat melakukan backup hanya blok –
blok data yang berubah saja. Ini memungkinkan proses backup dan recovery yang
relative cepat.
·
Block Media Recovery
Dalam jenis recovery
yang dapat diidentifikasi sebagai block media recovery, hanya blok – blok data
yang rusak yang akan di pulihkan oleh recovery manager.
·
Unused Block
Compression
Dalam teknik ini, tidak
akan melakukan penyalinan (backup) blok – blok data yang tidak pernah digunakan
dan melakukan kompresi terhadapnya hanya melakukan penyalinan blok – blok data
yang sebelumnya memang sudah digunakan.
·
Binary Compression
Dalam teknik ini, RMAN
selain akan melakukan penyalinan (backup) ke repositori-nya, juga akan
melakukan kompresi, sehingga ukuran berkas backup akan lebih kecil dari berkas
yang di salin, dimana hal ini memungkinkan penggunaan tempat pemeliharaan yang
berkaitan dengan backup dalam apa yang dinamakan sebagai repositori recovery
manager (RMAN Repositori), yang ukurannya lebih kecil
Ø Teknik Backup database
pada SQL Server 2000
·
Full Backup.
Jenis backup ini akan
membackup semua extent database. Extent merupakan kumpulan dari pages berukuran
8 Kb yang digunakan untuk menyimpan data dari database Anda secara logik.
Setiap Anda memasukkan data baru pada database, data Anda akan dialokasikan
pada extent yang berukuran 64 Kb.
·
Differential Backup.
Jenis backup ini akan
membackup semua extent database terakhir setelah Full Backup terakhir dilakukan.
Tujuan utama dari metoda backup ini adalah untuk mengurangi jumlah transaction
log backup yang harus direstore. Perlu diingat, bahwa metoda ini dilakukan jika
Anda telah melakukan full backup pada database.
·
Incremental Backup.
Jenis backup ini akan
membackup semua extent database terakhir Anda setelah incremental atau
differential backup terakhir dilakukan. Metoda
incremental backup membutuhkan semua file backup incremental agar database
dapat direstore secara lengkap. Maka dari itu, jika salah satu file backup
incremental hilang, maka Anda tidak dapat merestore data pada database secara
lengkap. Metoda ini kurang baik diterapkan pada database produksi, karena
memiliki resiko yang cukup tinggi jika terjadi disaster.
·
Transaction Log Backup.
Metoda backup ini
dilakukan untuk membackup file actives log database Anda, yang dapat sangat
berguna untuk melakukan tracing. Untuk dapat menggunakan metoda ini, Anda harus
mengubah recovery model database Anda ke mode Full, seperti halnya metoda full
backup. Metoda ini juga baru bisa dilakukan jika Anda telah melakukan full
backup pada database Anda.
Ø Planning
Backup database di Oracle 10g
Database sistem
informasi bank sampah menggunakan
ü Full
Backup membuat backup seluruh isi bagian database.
ü Setelah
backup secara full maka dilakukan backup database incremental.
ü Ilustrasi
:
15 /04
/2014
|
20/
04/2014
|
21/04/
2014
|
15 /05
/2014
|
|
Size database
|
200 Mb
|
250 Mb
|
300 Mb
|
300 Mb
|
Jumlah data
dibackup
|
200 Mb
|
50 Mb
|
50 Mb
|
300 Mb
|
|
|
Ø Planning
Backup database di SQL Server 2000
Database sistem
informasi bank sampah menggunakan
ü Full
Backup membuat backup seluruh isi bagian database.
ü Setelah
backup secara full maka dilakukan backup database incremental.
ü Ilustrasi
:
15 /04
/2014
|
20/
04/2014
|
21/04/
2014
|
15/05/
2014
|
|
Size database
|
250 Mb
|
290 Mb
|
350 Mb
|
350 Mb
|
Jumlah data
dibackup
|
250 Mb
|
40 Mb
|
60 Mb
|
350 Mb
|